Kamis, 09 Oktober 2014

Asuhan Keperawatan Dengue SHock Syndrome pada anak



ASUHAN KEPERAWATAN PADA An “J” DENGAN GANGGUAN SISTEM
HEMATOLOGI (DENGUE HAEMORRAGHIC FEVER/DHF) + UPPER
GI BLEEDING OK TROMBOSITOPENIA) DI RUANG 7 HCU
RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG
 


Nama Mahasiswa :Dyah Sartika
NPM            :1201200042
Tempat Praktik: Ruang HCU
Tgl Praktik   : 04/05/2014


I.  PENGKAJIAN
A.  IDENTITAS PASIEN
Nama            : An Juwita
Usia            : 3 Tahun, 7 Bulan, 11 Hari
Jenis Kelamin   : Perempuan
Alamat          : Jl. Bauksit n0.75 kec.Blimbing
No. MR          :
Tgl MRS         : 03/05/2014
Jam             : 12.00 WIB
Tgl Pengkajian  : 05/05/2-14
Jam             : 12.00 WIB
Sumber Informasi     : Orang tua pasien
Keluarga yang bisa dihubungi: Bapak/Ibu

B.  STATUS KESEHATAN SAAT INI
1.  Keluhan Saat MRS:
Penurunan kesadaran,ekstremitas teraba dingin, sebelumnya terjadi hematemesis
2.  Keluhan Saat Pengkajian:
lemas
3.  Riwayat Penyakit Sekarang:
Pada hari minggu tanggal 28 april 2014 An “J” dikeluhkan demam dan belum sempat diberikan penangan. Kemudian pada tanggal 29 april 2014 demam anak semakin tinggi sehingga anak diberikan obat penurun panas berupa sanmol, setelah diberikan obat panas tubuh anak turun namun pada hari jumat tanggal 02 mei 2014 panas badan anak meningkat lagi dan disertai muntah bercampur darah dan pada pukul 16.00 WIB anak dibawa ke dokter praktik, didokter praktik anak diberikan obat berupa puyer (lupa nama obat) selanjutnya dari dokter praktik anak disarankan ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. Tanggal 03 Mei 2014 pukul 09.00 WIB anak dibawa ke Puskesmas dan dari puskesmas anak dirujuk ke RSSA Malang. An “J” tiba di IGD RSSA Malang Pukul 12.00 WIB dan diberikan terapi awal berupa: Infuse asering,O2 nasal kanul 6 LPM, Dobutamin 0,8 ml/jam (IV), Ranitidin 20 mg (IV), paracetamol 160 mg (IV), paracetamol 160 (PO), Sucralfet 2,5 cc (PO). dan pada pukul 16.00 WIB anak dipindahkan ke ruang HCU untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
4.  Diagnosa Medis:
Dengue Haemorraghic Fever/DHF Grade IV (Hari ke-5 panjang) + Upper GI Bleeding ok Trombositopenia.

C.  RIWAYAT KESEHATAN TERDAHULU
1.  Riwayat kehamilan
a.  Prenatal care:
Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin 9x di bidan. Selama hamil kesehatan ibu baik, tidak ada keluhan perdarahan, tidak keputihan, tidak anyang-anyangen. Ibu tidak mengkonsumsi jamu ataupun obat-obatan selama hamil, ibu hanya mengkonsumsi vitamin yang diberikan olah bidan. Ibu tidak pernah melakukan pijat oyok pada usia kehamilan 7-8 bulan. Ibu tidak pernah mengalami penyakit darah tinggi, kencing manis, TBC saat hamil.
b.  Natal care:
Ibu melahirkan di tolong oleh bidan. Jenis persalinan normal, anak langsung menangis, warna air ketuban jernih.
c.  Postnatal care:
Bayi lahir dengan BB 3500 gr, PB 50 cm, bayi langsung menangis, pasien sudah mendapatkan imunisasi BCG, Campak, DPT, polio, dan hepatitis.
2.  Kecelakaan: Pada hari minggu tanggal 28/04/2014 selain demam anak juga sempat terjatuh dari korsi dan langsung menangis kesakitan.
3.  Operasi (jenis dan waktu): Tidak ada

D.  RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
1.  Penyakit yang pernah diderita keluarga:
Tidak ada keluarganya yang mengalami penyakit seperti yang dialami An “J” namun kakek dari ayah meninggal karena penykit STROKE dan nenek dari ayah mengidap penyakit DM dan Liver namun sekarang sudah meninggal juga, sementara ayah An “J” menderita penyakit tekanan darah rendah.
2.  Lingkungan rumah dan komunitas:
Disamping rumah terdapat tanah kosong yang berisi sumur yang kotor dan dibelakang rumah terdapat sungai, kerena lingkungannya ini keluarga mengeluhkan banyak nyamuk dilingkungan rumah terutama pada malam hari.
3.  Perilaku yang mempengaruhi kesehatan:
Untuk kebersihan sehari-hari Ibu dan keluarga biasaya menggunakan air PDAM yang ditampung dalam bak terbuka diantaranya untuk mandi, mencuci, BAK dan BAB. Untuk air minum keluarga menggunakan air PDAM yang sebelumnya dimasak, dan membeli air minum dalam kemasan. Bak mandi yang digunakan dikuras selama 2 kali dalam seminggu.
4.  Persepsi keluarga terhadap penyakit anak:
Keluarga menanyakan kondisi anaknya. Tampak sering bertanya-tanya mengenai prosedur dan tindakan medis yang akan dilakukan karena anak sebelumnya tidak pernah masuk RS. Keluarga kurang memahami tentang penyakit,pencegahan dan penaganan penyakit
5.  Riwayat alergi:
Pasien tidak mempunyai riwayat alergi makanan dan obat-obatan.
E.  POLA NUTRISI-METABOLIK
Item
Deskripsi
Di Rumah
Di Rumah Sakit
Jenis diet/makanan/ Komposisi menu
Nasi dengan lauk dan sayur, susu.
Diit Puasa
Frekuensi/pola
Nasi dengan lauk dan sayur: 3x/hari
Diit Puasa
Porsi/jumlah
Nasi dengan lauk dan sayur: setengah porsi tidak habis
Diit Puasa
Pantangan
Tidak ada
Tidak ada
Nafsu makan
Nafsu makan anak menurun
Diit Puasa
Peningkatan/Penurunan BB 6 bulan terakhir
BB terahir anak 16,3 kg
BB anak menurun menjadi 16 kg
Sukar menelan
Tidak
Tidak


F.  POLA ELIMINASI
Item
Deskripsi
Di Rumah          
Di Rumah Sakit
BAB  Frekuensi/pola
­
± 2 x/ hari

Tidak pernah
Konsistensi
Lembek
-
Warna/bau
Kuning, bau khas feses
-
Keluhan
Tidak ada
-
Upaya mengatasi
Tidak ada
-
BAK  Frekuensi/pola

± 5 x/ hari

± 3 x/ hari, menggunakan pampers
Konsistensi
Cair
Cair
Warna/bau
Kuning jernih
Kuning jernih
Kesulitan
-
-
Upaya mengatasi
-
-

Kebutuhan cairan          : 100 ml/kgBB (BB anak ”J” 16 Kg)
                     : 100 ml x 10 kgBB = 1000 ml/kgBB
                     : 50 ml x 6 kgBB = 300 ml/kgBB
           Total     : 1300 ml/hari

Input      : IVFD D 10% + NaCL 3% + KCL 7,4% + CaGlukonas
           : 500 ml + 32 cc + 16 cc + 16 cc
: Tetesan diatur dengan Siring Pump Infuse dengan   
   kecepatan 54 ml/h
     Total Input : 1296 ml/hari
Output       : Berat Pempers
  Pagi  200 cc
  Siang 210 cc
  Malam 200 cc     +
     Total Output :  610 cc

IWL  : 25% x Kebutuhan cairan
     : 0,25 x 1300
     : 325

BALANCE CAIRAN  : 1296 cc – 610 cc = 686 cc


G.  POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR
Item
Di Rumah
Di Rumah Sakit
Lama Tidur
Selama sakit pasien tidur 2-5 jam sehari
Pasien tidur nyenyak sesekali rewel
Masalah tidur
Sering terbangun dan saat tidur pasien mengigau
-


H.  POLA KESEHATAN
Item
Di Rumah
Di Rumah Sakit
Mandi/Seka
2x/hari
-
Gosok Gigi
2x/hari
-
Berpakaian
2x/hari
1x/hr

I.  RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1.  BB saat ini:  13 Kg
2.  PB : 83 cm
3.  LK : 40 cm
4.  LILA: 15,5 cm
5.  BBL :3000 gr
6.  Pengkajian riwayat perkembangan:
      Pengkajian perkembangan DDST sebelum sakit (untuk anak usia 3 tahun 7 bulan).
a.  Personal Sosial: Anak dapat melakukan tugas personal sosialnya yaitu anak dapat bermain dengan teman seusianya
b.  Adaptif Motorik halus: Anak dapat melakukan motorik halus sesuai usianya yaitu mencoret-coret pada buku gambar
c.  Bahasa: Anak sudah dapat berbahasa sesuai usianya
d.  Motorik kasar: Anak sudah dapat berjalan pada usia 1 tahun


J.  PEMERIKSAAN FISIK
1.  Keadaan Umum : Lemah
2.  Kesadaran    : Somnolen
3.  GCS          : EVM
4.  TTV
TD           : 90/50 mmHg
N            : 140 x/Menit
Suhu         : 36,0 oC
RR           : 30 x/Menit


5.  Pemeriksaan fisik Head to Toe
a.  Kepala dan Leher
1)  Kepala: Rambut hitam, tipis, tidak terdapat lesi, ubun-ubun anterior menutup sempurna, penyebaran rambut merata.
2)  Mata: Mata cowong tidak ada, simetris kanan dan kiri, konjungtiva anemis (+), sklera putih, reflek pupil terhadap cahaya +/+.
3)  Hidung: Pernafasan cuping hidung tidak ada, sianosis tidak ada, mimisan tidak ada, terpasang nasal kanul (terapi O2 2 lpm).
4)  Mulut dan Tenggorokan: Mukosa lembab, bibir tidak sianosis, tidak ada jamur pada mukosa lidah, gusi berdarah(-).
5)  Telinga: Bentuk normal, tidak ada lesi, tidak ada benjolan, simetris kanan dan kiri.
6)  Leher: Tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.

b.  Dada
Inspeksi
Bentuk thorak
Normal,tidak ada peningkatan intercostae.
Palpasi
Tidak ada prepitasi, tidak ada massa
Vocal fremitus
Tidak terkaji
Perkusi
Sonor
Askultasi Paru
Suara Nafas
Deskripsi
Ο Bronkial
Normal vesikuler
Ο Bronkovesikuler
Normal vesikuler
Ο Vesikuler
 seluruh lapang paru
Suara Ucapan
Dextra
Sinistra
Bronkoponi/Pectoryloquy/Egophoni
-
-
Suara Tambahan
Dextra
Sinistra
Rales/Rhonchi/Wheezing/Pleural Friction
Ronchi (-)
Ronchi (-)
Batuk dengan sputum/tidak
-





Pemeriksaan Jantung
Inspeksi dan Palpasi Prekordium
Area Aorta-Pulmonum
Pulsasi:  Tidak
Area tricuspid-Ventrikel kanan
Pulsasi:  Tidak
Letak Ictus Cordis
Invisible pada ICS 5 midclavicula sinistra
Perkusi
Batas jantung
Jelas
·         Kanan atas : ICS II  linea para sternalis dextra
·         Kanan bawah : ICS IV Linea para sternalis dextra
·         Kiri atas : ICS II Linea para sternalis sinistra
·         Kiri bawah : ICS IV Linea Medio Clavicula sinistra
Suara
Dullness
Auskultasi
Bunyi Jantung I
S1 tunggal
Bunyi Jantung II
S2 tunggal
Bunyi Jantung III
-
Bunyi Jantung IV
-
Keluhan
-

c.  Punggung: Lesi(-), Massa (-), Radang (-), Kelainan tulang belakang(-)
d.  Mamae dan Axila: simetris, Benjolan/massa (-), Nyeri: tidak
e.  Abdomen:
Inspeksi
Tidak ada luka bekas jahitan, tidak terdapat distensi
Auskultasi
Bising Usus (+),10x/menit
Palpasi
Scibala (-), Teraba Pembesaran Hati di kuadran kanan bawah
Perkusi
Timpani
Lain-lain
Terdapat nyeri tekan pada abdomen

f.  Genetalia
Pengkajian
Data/Gejala
Deskripsi
Inspeksi
Labia mayora menutupi labia minora
-
Keluhan
Tidak Ada
-
Lain-lain
Tidak ada kelainan
-

g.  Ekstermitas
Atas
Tidak terdapat Lesi, Scar, Kontraktur, Deformitas, Edema Nyeri, dan Clubbing finger.
gerak sendi aktif
Bawah
Tidak terdapat Lesi, Scar, Kontraktur, Deformitas, Edema dan Nyeri
Klien Tidak memiliki odema ekstermitas bawah, gerak sendi aktif, terdapat plug
Kekuatan Otot
 Tidak dapat di kaji
55
55

h.  Metabolisme/Integumen
Kulit  : Akral hangat
Warna  : Pucat (-), Sianosis (-), Ikterik (-)
Turgor : Kembali < 3 detik
Edema : tidak ada
Memar  : ayah mengatakana terdapat memar pada tangan kanan atas setelah terjatuh,namun sekarang telah hilang
Ekimosis: tidak ada
Ptekie : ada (pada dahi,paha dan perut)

i.  Neurosensori
1)  Pupil: pergerakan bola mata terbatas     
2)  Reaktif thd cahaya: Kanan(+),Kiri(+)
Uraikan : diberi cahaya isokor antara kanan dan kiri
3)  Reflek-reflek di bawah ini sudah dilalui
a)  Menghisap:
b)  Menoleh:
c)  Menggenggam kuat:
Kejang:
Kuku kuduk:
d)  Babynsky:
e)  Morro:


K.  PEMERIKSAAN PENUNJANG
No
Tanggal
Pemeriksaan
Jenis pemeriksaan
Hasil
Nilai rujukan
Keterangan
1.  
04/05/2014
HEMATOLOGI
-   HGB
14,20 g/dl
11,4 – 15,1
Kesimpulan :
Ppt dalam batas normal



-   RBC erit
5,16 106/µL
4,0 – 5,0
APPT memanjang



-   WBC leuko
8,28 103/µL
3,5 – 10,0




-   Hematokrit
38,10%
38 – 42




-   PLT tromb0
17 103/µL
142 – 112




-   MCV
73,80 fL
80 – 93




-   MCH
27,50 pg
27 – 31




-   MCHC
37,30 g/dl
32 – 36




-   RDW
12,80%
11,5 – 14,5




-   PDW
-   fL
9 – 13




-   MPV
-   fL
7,2 – 11,1




-   P-LCR
-   %
15,0 – 25,0




-   PCT
-   %
0,150 -0,400




-   Hitung jenis:






Eusinofil
0,0%
0-4




Basofil
1,6%
0-1




Neutrofil
55,4%
51-67




Limfosit
29,7%
25-33




Monosit
12,9%
2-5



FAAL HEMOSTASIS






PPT
-   Pasien
12,90 detik
11,1-11,6




-   INR
1
0,8-1,30



APTT
-   Pasien

28,9-30,6








2
04/04/2014
KIMIA KLINIK
-   Natrium (Na)
124 mmol/L
136 – 145



(ELEKTROLIT)
-   Kalium (K)
3,65 mmol/L
3,5 – 5,0




-   Klorida (Cl)
106 mmol/L
98 – 106








3
04/05/2014
HEMATOLOGI
-   HGB
11,80
11,4 – 15,1




-   RBC
11,26 106/µL





-   WBC
6,31





-   HEMATOKRIT
31,60





-   PLT
11





-   MCV
74,20





-   MCH
27,70





-   MCHC
37,30





-   RDW
12,20





-   Hitung Jenis :






Ø  Eusinofil
0,0





Ø  Basofil
0,2





Ø  Neutrofil
40,7





Ø  Limfosit
49,3





Ø  Monosit
9,8




KIMIA KLINIK
-   Kalsium (Ca)
7,1 mg/dL
7,6 – 11,0



ELEKTROLIT
-   Fosfor
2,0 mg/dL
2,7 – 4,5



ANALISIS DAN SINTESIS DATA
NO
DATA
ETIOLOGI
PROBLEM
1.
DS :
Anaknya sempat muntah darah 3 hari sebelum dibawa ke rumah sakit dan sekarang keadaannya masih lemah
DO:
a.  Suhu tubuh 38,80C
b.  Nadi : 110x/mnt
c.  TD : 90/50
d.  RR : 24x/mnt
e.  Keadaan klien lemah
f.  Trombosit 17 103/µL
g.  Leukosit 8,28 103/µL
h.  Natrium 124 mmol/L
i.  Kalium 3,65 mmol/L
j.  Klorida 106 mmol/L
Infeksi virus dengue heterologus sekunder

Replikasi virus respon antibody

Komplek virus antibody

Aktivasi komplemen

Anafilatoksin
 

Kebocoran plasma

Hipovolemia



Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit




2.
DS :
Anaknya tidak mau makan atau minum susu yang diberikan.
DO:
a.  klien lemah
b.  nadi 110x/mnt
c.  td : 90/50
d.  RR : 24x/mnt
e.  terjadi hematemesis
f.  kesadaran delirium
g.  saat terbangun dari tidur klien mual

Invasi virus dengue

Terjadi infeksi system pencernaan bagian atas

Impuls iritatif ke orak

Merangsang medulla vomiting center

Intake nutrisi kurang


Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan
3.
DS:
Tubuh anaknya panas tinggi
DO:
a.  suhu tubuh 38,80 C
b.  klien gelisah
c.  nadi 110x/menit
d.  RR : 24x/mnt
e.  TD : 90/50
f.  trombosit 17 103/µL


invasi virus dengue

merangsang sel – sel monosit, eusinofil,netrofil,makrofag untuk mengeluarkan zat – zat firogen, endogen

impuls disampaikan ke hipotalamus bagian termoregulator melalui duktus toraticus

suhu tubuh meningkat

hipertermi

Prioritas diagnose keperawatan
1.  gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d hipovolemia
2.  gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual muntah
3.  hipertermi b/d invasi virus dengue








INTERVENSI KEPERAWATAN
DX.KEP 1
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d hipovolemia

TUJUAN :
Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi
Kriteria :
a.  intake dan output cairan seimbang
b.  suhu tubuh dalam rentang normal 36,5 – 37,30C
c.  hematemesis (-)
d.  trombosit normal 150.000-400.000
e.  natrium,kalium, klorida normal
INTERVENSI
RASIONAL
1.  observasi tanda tanda vital setiap 1 jam sekali
2.  pasang pampers
3.  kolaborasi pemberian cairan infuse
4.  kolaborasi pemeriksaan lab 24 jam sekali karena trombositnya 17.000
1.  tanda – tanda vital merupakan indikasi keadaan umum klien
2.  pemberian pampers memudahkan pasien dalam BAK dan jumlah urine yang keluar masih dapat dihitung
3.  cairan infuse dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang
4.  perkembangan cairan elektrolit pada pasien didapatkan dari pemeriksaan laboratorium secara berkala



DX.KEP 2
gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual muntah
TUJUAN :
Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi dan pola nutrisi normal
Kriteria :
a.  Klien tidak lemah
b.  Klien mampu menghabiskan makanan yang diberikan
c.  Trombosit normal




INTERVENSI
RASIONAL
1.  Kaji keluhan mual, muntah dan sakit menelan yng dialami oleh klien
2.  Kaji cara/bagaimana makanan dihidangkan
3.  Berikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur,atau makanan cair
4.  Berikan makanan dalam porsi sedikit dan frekuensi sering
5.  Jelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien
6.  Berikan umpanbalik positif saat klien mau berusaha mennghabiskan makanannya
7.  Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi (ranitidine)
1. Nyeri telan merupakan salah satu indikasi terjadinya nutrisi kurang dari kebutuhan
2. Cara menghidangkan makanan dapat mempengaruhi nafsu makan klien
3. Selain mudah ditelan, makanan cair dapat lebih mudah diabsorpsi oleh lambung
4. Untuk menghindari mual dan muntah
5. Meningkatkan pengetahuan klien tentang nutrisi sehingga motivasi untuk makan meningkat
6. Memotivasi dan meningkatkan semangat klien
7. Ranitidine merupakan obat yang mengandung reseptor histamil H2 yang berperan dalam efek histamine terhadap sekresi cairan lambung dan dapat memperbaiki kondisi lambung sehingga tidak terjadi perdarahan


DX.KEP 3
hipertermi b/d invasi virus dengue
TUJUAN :
setelah dilakukan tindakan perawatan 1 x 8 jam suhu tubuh klien kembali dalam rentang normal 36,5 – 37,30C
Kriteria :
-   Suhu tubuh normal 36,5 – 37,3oC
-   Trombosit normal
-   Klien tidak gelisah








INTERVENSI
RASIONAL
1.   Observasi ttv setiap 1 jam
2.   Berikan kompres hangat pada daerah axila dan lipatan paha
3.   Anjurkan klien dan atau keluarga untuk tidak memakaikan selimut dan pakaian tebal. Serta anjurkan klien untuk memakai pakaian tipis dan menyerap keringat
4.   Kolaborasi pemberian cairan IV infuse RL
5.   Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian antibiotic dan antipiretik
1.  TTV merupakan acuan keadaan umum klien
2.  Dengan kompres hangat akan meningkatkan vasodilatasi sehingga dapat membantu proses evaporasi.
Dikompres pada axial dan lipatan paha karena pada daerah ini terdapat pembuluh darah yang besar
3.   Pakaian tebal akan mengurangi penguapan tubuh. Sedangkan memakai pakaian yang tipis dapat membantu proses evaporasi tubuh
4.   Infuse RL dapat menggantikan cairan rubuh yang hilang
5.   Dengan member antibiotic dapat mengatasi invasi virus.
Antipiretik dapat menurunkan suhu tubuh dengan aksi langsung pada hipotalamus

















IMPLEMENTASI

Hari/Tgl/Jam/
Diagnosa Kep.
IMPLEMENTASI
EVALUASI
05-04-2014/ 15.00 WIB
I
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d hipovolemia
1.  mengobservasi tanda tanda vital setiap 1 jam sekali
2.  memasang pampers
3.  memberi cairan infuse
kolaborasi pemeriksaan lab 24 jam sekali karena trombositnya 17.000  
S :
Mengatakan anak masih lemah
O :
Tanda vital terakhir 100/70 mHg, Nadi 110 X/menit stabil tiap 4 jam. Intake total cairan 1100 CC dan Output tidak diketahui dengan pasti. Urine kuning jernih
Hasil lab: belum diketahui
A :
Masalah belum teratasi
P :
Monitoring tanda vital
4 jam sekali
05-04-2014/ 15.00 WIB
II
gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual muntah
1.  mengkaji keluhan mual, muntah dan sakit menelan yng dialami oleh klien
2.  mengkaji cara/bagaimana makanan dihidangkan
3.  memberikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur,atau makanan cair
4.  memberikan makanan dalam porsi sedikit dan frekuensi sering
5.  menjelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien
6.  memberikan umpanbalik positif saat klien mau berusaha mennghabiskan makanannya
7.  berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi (ranitidine)
S :
Keluarga mengatakan anaknya tidak mau makan diit dari rumah sakit, masih mual, hanya tetap ingin minum susu kemasan karton saja
O :
Keadaan umum masih lemah, Porsi makan tidak ada yang dimakan, hanya minum susu formula 4x125 cc/hari(setengah porsi)
A :
Masalah belum teratasi
P :
lanjutkan intervensi (1,3,4,6,7)
06-04-2014/ 15.00 WIB
III
hipertermi b/d invasi virus dengue
1.   mengobservasi ttv setiap 1 jam
2.   Memberikan kompres hangat pada daerah axila dan lipatan paha
3.   menganjurkan klien dan atau keluarga untuk tidak memakaikan selimut dan pakaian tebal. Serta anjurkan klien untuk memakai pakaian tipis dan menyerap keringat
4.   Memberi cairan IV infuse RL
5.   Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian antibiotic dan antipiretik
S :
Tubuh anaknya panas tinggi
O :
a.  suhu tubuh 38,80 C
b.  klien gelisah
c.  nadi 110x/menit
d.  trombosit 17 103/µL
A : Masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi


Hari/Tgl/Jam/
Diagnosa Kep.
IMPLEMENTASI
EVALUASI
07-04-2014/
I

gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d hipovolemia










1.  mengobservasi tanda tanda vital setiap 1 jam sekali
2.  memasang pampers
3.  memberi cairan infuse
4.  Memonitor pemeriksaan lab untuk nilai trombosit
S :
Mengatakan keadaan anak cukup baik
O :
Tanda vital terakhir 110/70 mHg, Nadi 100 X/menit stabil tiap 4 jam, tanda perdarahan tidak ditemukan. Intake total cairan 1200 CC dan Output tidak diketahui dengan pasti. Urine kuning jernih, hasil lab untuk trombosit: 100,60 103/uL
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Monitoring tanda vital
4 jam sekali, monitor tanda perdarahan, monitor trombosit

07-04-2014/
II
gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d mual muntah
1.  mengkaji keluhan mual, muntah dan sakit menelan yng dialami oleh klien
2.  mengkaji cara/bagaimana makanan dihidangkan
3.  memberikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur,atau makanan cair
4.  memberikan makanan dalam porsi sedikit dan frekuensi sering
5.  menjelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien
6.  memberikan umpanbalik positif saat klien mau berusaha mennghabiskan makanannya
7.  berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi (ranitidine)
S :
Keluarga mengatakan anaknya masih tidak mau makan diit dari rumah sakit, masih mual, hanya tetap ingin minum susu kemasan karton saja
O :
Keadaan umum cukup, Porsi makan tidak ada yang dimakan, hanya minum susu formula 5x1100 cc/hari
A :
Masalah teratasi sebagian
P:
lanjutkan intervensi (1,3,4,6,7)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar